Posted by : Teddi in (Leadership, NLP, NLP in Business)

Kenali Misi, Tetapkan Tujuan

Tagged Under : , , , , , , ,

goalsettingSetelah kita sadari kemampuan mengelola pikir dan rasa, setelah kita bisa merasa bahagia sebab pilihan dan bukan keadaan, lalu apa? Apa lagi yang penting dilakukan?

Insan yang bertanggung jawab atas responnya tentu takkan berhenti hanya karena ia mampu mengotak-atik pikirannya. Ia akan melangkah maju untuk bertanggung jawab atas nasibnya. Sebab nasib adalah di tangannya, menari di antara takdirNya. Di titik inilah penting untuk segera menentukan arah kehidupan. Sebab pribadi yang bertanggung jawab, memiliki energi besar untuk bergerak. Sebuah energi yang justru membahayakan kala tak diarahkan dengan baik. Sungguh amat mudah kita temui orang-orang yang merusak kehidupan, sedang mereka memiliki kecerdasan luar biasa. Bukan bermula dari jahatnya diri, melainkan sebab tak terarahnya hidup.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (Leadership, NLP, NLP in Business)

Manage Your Mind, or Someone Else Will

Tagged Under : , , , ,

micro-managing-mind“Menabur pikiran, menuai tindakan,” nasihat Samuel Smiles, sebagaimana kerapkali dikutip oleh Stephen R. Covey. Sebab kita menginginkan hasil, dan hasil adalah buah dari tindakan, maka cermatlah terhadap pikiran yang menjadi bibitnya. Mengapa ada orang yang mencapai hasil sedang yang lain tidak? Cermati pikirannya, sebab dari sana lah semuanya bermula.

Tapi apa itu pikiran? Seperti apa persisnya mengelola pikiran itu? Dan mengapa pula orang lain bisa mengambil alih pikiran kita jika tak kita kendalikan?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sangat erat kaitannya dengan NLP. Menguasai cara mengelola pikiran adalah langkah awal menjadi pemimpin diri, menjadi orang bertanggung jawab atas responnya sendiri.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (Leadership, NLP, NLP in Business)

NLP dan Kepemimpinan Diri

Tagged Under : , , , , , ,

pka2l.gifSebagaimana telah saya singgung pada artikel lalu, NLP amat erat hubungannya dengan kepemimpinan. Sebab mempraktikkan NLP, sejatinya adalah menjadi tuan atas diri sendiri, menjadi pemimpin atas diri sendiri.

OK, kepemimpinan. Ia adalah sebuah nominalisasi. Kata benda, yang bukan benda. Meski secara kaidah kebahasaan tergolong kata benda, kita tidak pernah bisa menemukannya di pasar, mal, pun toko online. Sebab kepemimpinan memang sebenarnya sebuah proses. Kumpulan perilaku yang terangkai dalam tema tertentu. Maka untuk memahami apa itu kepemimpinan, dan bagaimana kita bisa melakukannya dengan baik, kita perlu membedahnya. Melakukan cracking, dalam istilah pegiat NLP.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (Leadership, NLP)

Meninjau Kembali NLP

Tagged Under : , , , , , ,

images-7OK. Indonesia NLP Society sudah berdiri hampir 7 tahun. Saya sudah belajar NLP hampir 9 tahun. Lalu apa? Apa yang saya pahami saat ini? Apa itu NLP? Apa manfaatnya? Bagaimana pengembangannya?

Inilah beberapa pertanyaan yang memicu saya untuk meneguhkan niat kembali menulis dan mengembangkan NLP. Niat yang makin kuat sepulang menikmati belajar bersama Michael Hall.

Apa itu NLP?

Ini adalah pertanyaan mendasar. Saya perlu tanyakan ulang pada diri saya dan rekan-rekan semua, sebab bisa jadi kita bicara soal NLP, tapi rupanya membicarakan makhluk yang tak sama. Lagipula, sebagai sebuah nama, NLP adalah sebuah nominalisasi. Ia kata benda, namun bukan benda. Maka kala kita sama-sama bicara NLP, bisa jadi kita sedang membicarakan hal yang berbeda.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (NLP)

Puasa: Sebuah Disosiasi

Tagged Under : , , , , , ,

Tak terasa, sudah separuh Ramadhan terlalui. Sungguh hati bercampur rasa, antara cemas dan harap. Cemas, akankah diri ini termasuk yang semata mendapat lapar dan dahaga. Harap, semoga segala kekurangan digenapkan sempurna sebab kemurahanNya.

Sementara harap dan cemas menyatu, terngiang suara para guru yang mengajarkan bahwa makna puasa adalah menahan. Secara fisik, ia menahan makan, minum, dan berhubungan seksual. Secara psikis, ia menahan segala kegiatan hati dari munculnya rasa marah, dengki, iri, dan kawan-kawannya.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (NLP)

Mari Terus Meluruskan Niat

Tagged Under : , , , , , ,

Setiap amal itu tergantung pada niatnya.

Demikian ajaran agama menelusup dalam diri saya, yang juga begitu sering saya dengar dari banyak orang. Saya lansir, ia merupakan salah satu ajaran yang paling populer di kalangan orang awam. Meskipun, saya pun yakin bahwa makna aslinya banyak yang belum dipahami secara tepat.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (Gratitude, NLP)

Menikmati Kesabaran

Tagged Under : , , , , , , , ,

“Kesabaran adalah Matahari”

Demikian sebuah tulisan terpampang di belakang kaus para pelayan salah satu kedai makan di Jogja, beberapa tahun yang lalu saat saya masih kuliah. Sungguh saya bingung apa maksud tulisan tersebut saat pertama kali membacanya. Sebagai Informasi, kedai ini amat terkenal aneka sambalnya yang selalu bikin kita makin dekat dengan Tuhan, sebab sering kepedasan dan mengucap “Allahu Akbar” atau “Subhanallah”.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (NLP)

Jangan Matikan Alarm-nya, Sebelum Mengatasi Sumber Ia Berbunyi

Tagged Under : , , , , , , , , ,

Cukup sering saya ditanya, “Pak, apakah seorang yang belajar NLP tidak bisa sedih, marah, atau merasakan emosi negatif lainnya?”

Ah, sebuah pertanyaan yang menggelitik. Di tengah maraknya berbagai ilmu pengembangan diri, utamanya yang berbasis mind technology, kata-kata emosi negatif seolah-olah hanya miliki emosi-emosi seperti marah, sedih, dendam, dengki, kecewa, dan kawan-kawannya. Sementara emosi-semosi seperti senang, gembira, semangat, antusias, dan sobat-sobatnya, dengan sendirinya masuk ke dalam kelompok emosi positif.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (NLP)

Berpura-puralah, dengan Sungguh-sungguh

Tagged Under : , , , , , ,

Sungguh saya tak habis pikir, bagaimana seorang Ibu atau pengasuh bisa begitu kreatif mencari berbagai cara untuk membujuk seorang anak untuk makan. Dimulai dari berbagai bujukan hingga permainan, yang entah bagaimana, seketika suapan demi suapan masuk tanpa disadari. Ya, seorang Ibu bisa begitu luwes nan lentur demi memastikan sang anak makan dengan sukarela.

Dari jutaan cara, salah satu yang begitu takjub saya tonton adalah bermain drama. Tak jarang, saya pun turut ambil peran, entah sebagai orang yang sedang kelaparan, atau hewan yang juga sedang menginginkan makanan anak saya.

Read the rest of this entry »

Posted by : Teddi in (Leadership, NLP in Business)

NLP dan Kepemimpinan

Tagged Under : , , , , , , , , , , ,

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan

Bicara soal kepemimpinan, saya teringat sebuah pengalaman ketika terakhir kali menjadi program manager untuk sebuah proyek management trainee 2 tahun lalu. Sebagai rangkaian dari program panjang tersebut, kami mengundang Presiden Direktur kami untuk bertemu dengan para trainee dan berbagi kisah tentang perjalanan kepemimpian beliau. Dalam format diskusi melingkar, beliau membuka dengan sebuah pertanyaan menggelitik. Ya, bahkan sampai sekarang saya masih terus tergelitik setiap kali mengingatnya.

“Siapa di sini yang ingin jadi pemimpin?” tanya beliau.

Read the rest of this entry »