Selamat datang di AntZ Institute! Sebuah rumah pembelajaran yang kami gagas sejak tahun 2005 untuk mengembangkan kepemimpinan dan budaya organisasi.
Disebut AntZ, sebab saya terinspirasi pada makhluk mungil yang dalam kesehariannya bekerja dengan amat rapi dan profesional. Ya, semut adalah gambaran kepemimpinan diri (self leadership) yang sempurna. Tidak ada satupun dari mereka yang menjalankan tugas dengan setengah-setengah. Setiap individu menjalankan perannya sebaik mungkin sehingga menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis. Dalam khazanah keilmuan organisasi modern, proses ini disebut dengan self managed work team.
Maka bagi kami, kepemimpinan adalah urusan semua orang. Setiap orang adalah pemimpin, baik ia menjabat sebagai pimpinan atau tidak. Sebab insan yang pemimpin, akan selalu memimpin dan menjadi pelopor gerakan kebaikan, baik ia diserahi amanat pimpinan atau tidak. Berangkat dari sini, setelah membangun kapasitas kepemimpinan dalam diri (self leadership mastery), kita bisa mulai dengan leluasa membangun kapasitas kepemimpinan terhadap orang lain (interpersonal leadership mastery). Dalam hal ini kami sepakat dengan Stephen R. Covey, bahwa kepemimpinan efektif, yang memiliki efek perubahan dalam jangka panjang, adalah ia yang bergerak dari dalam ke luar (inside-out). Pimpin diri, lalu pimpin orang lain. Lead yourself, and others will follow.
Jadilah tiap diri adalah pemimpin yang otentik (authentic leader). Jikapun ia diamanahi jabatan pimpinan, ia akan kokoh dengan integritasnya, sekaligus memiliki kemampuan untuk menginspirasi orang lain bergerak.
Mengapa kami melakukan ini?
Misi kami adalah menjadikan setiap negeri adalah negeri para pemimpin (leaderful nation). Dan kami ingin memulainya dari negeri ini. Indonesia. Akan ada masanya negeri ini begitu mudah menemukan para pemimpin di setiap lini kehidupan. Untuk itu, kita perlu membangun kepemimpinan dalam tiap lini kehidupan. Kala kita bicara kepemimpinan, yang umum muncul barulah tema-tema bisnis dan politik. Padahal dua ranah tersebut hanyalah dampak dari ranah lain yang belum tersentuh, yakni keluarga, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Ya, darimana datangnya para pemimpin bisnis dan politik jika bukan dari 3 lini tersebut? Maka Leaderful Nation adalah tentang membangun kepemimpinan dalam 5 lini kehidupan: keluarga, pendidikan, kemasyarakatan, bisnis, dan kenegaraan.
Kepemimpinan Keluarga
Berapa banyak yang menyadari bahwa saat seseorang berkeluarga, seketika ia memerlukan keterampilan kepemimpinan? Mungkin belum banyak. Padahal, hanya para pemimpin yang bisa menghasilkan pemimpin. Padahal, para pemimpin besar tak lain adalah produk dari keluarga yang mendidiknya.
Kepemimpinan Pendidikan
Begitu pula sekolah. Berapa banyak guru yang menyadari bahwa ia adalah pemimpin? Padahal, masa kecil para pemimpin selalu bermula dari sekolah. Karakternya dibentuk dan dikokohkan di sekolah. Apa yang dibiasakan di sekolah adalah apa yang kan dengan terbiasa ia lakukan kala memimpin kelak.
Kepemimpinan Masyarakat
Sekarang, berapa banyak organisasi kemasyarakatan, mulai dari tingkat RT, RW, desa, ataupun organisasi massa yang kala terpilih maka dipersiapkan bekal keterampilan kepemimpinannya? Mungkin juga belum banyak. Padahal, mereka adalah pemimpin warga, tokoh masyarakat yang berperan besar dalam pembentukan budaya dan kehidupan sosial.
Kepemimpinan Bisnis
Nah, dunia bisnis, berbeda dengan lini yang lain, umumnya telah menyadari pentingnya pengembangan kepemimpinan. Hanya saja, masih banyak yang menganggap bahwa kepemimpinan bisa dibentuk lewat training saja. Padahal, kepemimpinan adalah proses memimpin. Pengetahuan dan keterampilannya mungkin bisa dipelajari di kelas atau lewat buku. Namun untuk menjadikan ia sebuah kebiasaan dan budaya, organisasi perlu proses internalisasi yang penuh kesabaran. Di titik inilah, banyak bisnis yang belum menyadari bahwa kala mereka membentuk pemimpin, mereka tak hanya sekedar mempersiapkan kader untuk keberlanjutan bisnisnya. Mereka sejatinya sedang mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa. Para pimpinan yang melulu bicara profit tanpa peduli dampaknya bagi masyarakat, akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Maka jadilah perusahaan sejatinya mesti bertanggung jawab atas kualitas pemimpin yang dicetaknya.
Bagi kami, kepemimpinan bisnis adalah urusan serius. Bukan semata sebab bisnis mesti hidup dan berkembang, melainkan juga bisnis mesti berkontribusi pada kehidupan. Jika bisnis tumbuh dengan karakter dan budaya yang baik, ia akan menginspirasi karyawan keluarganya untuk juga berkarakter baik. Jadilah bisnis adalah sekolah para pemimpin yang luar biasa.
Kepemimpinan Politik
Terakhir, bidang politik. Secara kasat mata, jelas lini ini memerlukan kualitas kepemimpinan yang tanpa cela. Apa pasal? Sebab kualitas keputusan yang dihasilkan, tindakan-tindakan yang diambil, adalah urusan yang dampaknya vital dan jangka panjang. Namun pemimpin politik sejatinya adalah produk dari lini yang lain. Jika kini kita sungguh kesulitan mereka-reka siapa pemimpin yang layak memimpin negeri ini, itulah tanda rapuhnya lini yang lain. Kepemimpinan dalam ranah politik tak lain adalah kepemimpinan berjiwa pengabdian. Maka dari manapun ia berasal, ia harus lepas dari sana untuk mengabdi. Jika ia pengusaha, alih-alih membesarkan usahanya, ia justru harus menggunakan usahanya untuk membangun negeri. Inilah puncak kepemimpinan yang kita harapkan.
Lalu apa yang unik?
Neuro-Linguistic Programming
Ini adalah salah satu pendekatan yang amat kental mewarnai setiap kerja kami, baik dalam soal training maupun coaching, yakni Neuro-Linguistic Programming (NLP).
NLP adalah sebuah metodologi untuk menciptakan sebuah model dari keunggulan. Di dalamnya memang ada beragam teknik, namun teknik-teknik itu hanyalah buah dari proses modeling yang dilakukan terhadap orang-orang yang unggul di bidangnya. Berbeda dengan teori, model adalah sebuah skema yang berorientasi pada hasil.
Menggunakan NLP, kami berketetapan hati untuk menghadirkan selalu pengembangan terbaru yang kami temukan, hasil dari memodel para ahli yang berhasil kami temui. Maka kami sangat terbuka terhadap masukan dari siapapun yang menemukan keunggulan baru yang layak untuk disusun modelnya. Sebab kami percaya pada banyaknya insan unggul di negeri ini, menunggu untuk dimodel. Dengan demikian kemajuan negeri bisa berjalan dengan lebih cepat, sebab telah melompati fase coba-salah yang terlalu panjang.
Sistemik
Ya, jauh sebelum setiap kontrak dimulai kami akan secara mendalam berusaha memahami kebutuhan tiap organisasi, untuk kemudian merekomendasikan sebuah proses perubahan yang menyeluruh dan sistemik. Tentu belum tentu setiap organisasi siap untuk melakukan perubahan besar-besaran, namun kami selalu akan mengatakan apa saja langkah-langkah yang diperlukan untuk perubahan yang transformasional. Sebab kami meyakini bahwa amat kecil dampak yang bisa dihasilkan hanya melalui training semata. Setiap perbaikan mendasar memerlukan perubahan paling tidak pada 3 aspek:
- Pemikiran,
- Keterampilan, dan
- Kebiasaan.
Aspek pemikiran dan keterampilan bisa dibentuk lewat training. Namun aspek kebiasaan hanya bisa dibentuk melalui proses pembiasaan, yang didalamnya seringkali memerlukan coaching.
Melalui coaching, kami memfasilitasi klien untuk mengintegrasikan apa yang telah dipelajari, dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang belum terjamah, yang sejatinya telah tersedia dalam dirinya. Dalam coaching, klien diajak untuk membangun kapasitas untuk mengaktualisasikan dirinya, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang passionate dan berkinerja tinggi. Ini adalah proses yang sama sekali berbeda dengan training, sebab menghendaki keahlian dan cara berpikir yang berbeda pula. Maka kami hanya menyerahkan proses ini kepada tim yang benar-benar kompeten untuk menjalankannya.
